Archive

Posts Tagged ‘pragmatik’

Habermas dan Pragmatik

January 1st, 2012 No comments

Jürgen Habermas  dilahirkan 18 Juni 1929. Sekolah/tradisi  fokus pada filsafat kontinental . Minat utama  Habermas adalah teori sosial, teori politik, epistemologi, dan pragmatik. Gagasan pentingnya adalah tentang komunikatif rasionalitas, wacana etika, demokrasi deliberatif, pragmatik universal , tindakan komunikatif, dan atmosphere public (wikipedia, 2009).

Read more…

Categories: Pragmatik Tags: ,

Pragmatik: Konsep di Luar Berbagai Disiplin Ilmu

January 1st, 2012 No comments

Kajian pragmatik multidispliner dapat dipastikan dengan tindakan penyelidikan disipliner melalui rangkaian-rangkaian gagasan. Pragmatik bukan lagi seperti konseptual dan definisional pada tahun-tahun pembentukannya. Persoalan konseptual dan definisional pragmatik sudah semakin berkembang. Pragmatik telah mengalami internalisasi ke dalam kecenderungan kognitif, kecenderungan kemasyarakatan, dan sebagainya (Marmaridou, 2001).  Disiplin filsafat, psikologi, inteligensi artifisial, dan patologi bahasa menambah khazanah terhadap fenomena pragmatik. Berbagai fenomena pragmatik dapat diuraikan misalnya pembahasan filsafat misalnya tentang struktur dan fungsi pikiran. Analisis tindak tutur bahasa juga telah diuraikan oleh ahli teori sosial yang terkenal, Jurgen Habermas. Berbagai titik temu atas penelitian ntopik-topik disiplin pragmatik dengan disiplin lain banyak dikaji oleh Cummings (1999).

Read more…

Inferensi

January 1st, 2012 No comments

Inferensi merupakan intisari informasi baru yang bersifat implisit dan eksplisit dari informasi yang diberikan (Cummings, 1999). Proses inferensi terjadi ketika dalam proses yang dapat digunakan oleh lawan bicara untuk memperoleh implikatur-implikatur dari ujaran penutur yang dikombinasikan dengan ciri konteks pada dasarnya merupakan proses inferensi. Konteks implikatur diperoleh bukan diberikan tetapi diciptakan. Hal ini merupakan pernyataan utama teori relevansi. Cruse (2000) berkomentar bahwaa konteks yang benar untuk menginterpretasikan ujaran tidak diberikan sebelumnya, melainkan pendengar memilih konteks dengan sendirinya.

Read more…

Categories: Pragmatik Tags: ,

Sifat Multidisipliner Pragmatik

December 29th, 2011 No comments

Fasold (1990) menjelaskan bahwa Charles Morris membagi semiotik ke dalam sintaksis, semantik, dan pragmatik, dan menambahkan motivasi H. Paul Grice untuk mengembangkan teori percakapannya. Apakah pragmatik dapat dipandang sebagai kajian makna tentang apa yang dikatakan penutur dalam konteks? Pada akhirnya struktur bahasa yang digunakan atau yang tidak digunakan orang akan menjadi semantik.

Read more…