Archive

Posts Tagged ‘pembelajaran’

Pembelajaran via FB

December 27th, 2011 No comments

Banyak kasus penyalahgunaan facebook, situs jejaring sosial yang sangat populer, bermunculan akhir-akhir ini. Padahal, tujuan awal diluncurkannya facebook adalah sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard. Rupanya media untuk saling kenal ini dimanfaatkan juga oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Sebut saja, kisah perkenalan lewat facebook yang berlanjut pada “kopi darat”. Perkenalan dari dunia maya, terkadang beridentitas palsu, diwujudkan dengan bersemuka di sebuah tempat. Perkenalan yang singkat sudah dapat dijadikan modal untuk memberikan rasa percaya. Tak jarang berakhir sebagai peristiwa penculikan dan kriminal lain.

Media ini juga dapat dijadikan sebagai ajang berkomersialisasi, termasuk pekerja seks komersil. Germo-germo semakin melek teknologi. Mereka memperkenalkan dagangannya melalui situs jejaring sosial facebook. Beruntunglah, aparat keamanan juga tidak gaptek sehingga cyber criminal dengan modus ini dapat diungkap.

Lantas, apakah facebook harus diharamkan, dilarang? Facebook hanya media, jika disalahgunakan akan berbahaya. Facebook hanya alat, jika disalahgunakan menimbulkan akibat. Sama seperti alat lain. Misalnya pisau, jika disalahgunakan juga menimbulkan akibat. Oleh karena itu, pengguna/user facebook harus dapat bersikap arif dan bijak.

Jika alat digunakan secara positif, tentu menimbulkan manfaat. Berbagai bidang, berbagai usia, berbagai profesi dapat memanfaatkan facebook secara positif. Tak luput untuk bidang pendidikan yang memiliki jutaan peserta didik dapat memanfaatkan facebook. Selain menyampaikan materi ajar, peserta didik pun akan mendapatkan pendidikan teknologi.

Untuk memanfaatkan layanan facebook, seorang peserta didik harus terlebih dulu mendaftar sebagai anggota. Setelah sukses registrasi, konfirmasi dapat dilakukan via surat elektronik/email. Berbagai layanan dari kabar terbaru, komentar,  pesan, obrolan, koleksi foto, tautan, acara, catatan, permainan, dan lain-lain dapat dimanfaatkan.

Setelah itu, pengguna diminta untuk mengisi profil berisikan identitas diri, pendidikan, hingga pekerjaan. Umumnya, banyak pengguna yang jujur menuliskan identitasnya. Namun tak sedikit juga pengguna yang memberikan identitas dan foto yang palsu.

Banyak pengguna facebook mengisi kabar terbarunya dengan mencurahkan perasaan. Rasa senang, sedih, kesal, jengkel, marah, dan lain-lain ditulis dalam kabar terbaru. Terkadang tanpa disadari bahwa apa yang ditulis pengguna menunjukkan karakteristik kepribadiannya. Kabar-kabar terbaru ini tak dapat dipungkiri oleh banyak pengguna sangat menginginkan untuk dikomentari. Interaksi komentar teman-teman pengguna biasanya menarik hati pengguna.

Namun, tentu akan lebih bermanfaat jika kabar-kabar terbaru ini diisi dengan hal-hal seputar pendidikan. Misalnya “2010 bumi itu datar”. Dari kabar ini mungkin akan muncul komentar, seperti “kok bisa?”. Mungkin bisa ditanggapi lagi dengan “kejadian di muka bumi dapat dilihat di layar datar”.

Dalam kabar terbaru juga bisa dituliskan berbagai hasil penelitian. Misalnya “90% siswa suka multimedia”. Mungkin akan muncul komentar “teorinya siapa?”. Lalu, dapat ditanggapi dengan “hasil penelitian Wahono tahun 2006”. Jika pembaca penasaran, informasi singkat ini dapat dilacak di mesin pencari, seperti google.com, yahoo.com, bing.com, dan lain-lain dengan menuliskan kata kunci “Wahono, multimedia”.

Fitur dalam kabar terbaru sangat memungkinkan pengguna menampilkan foto. Pengguna dapat menuliskan kabar terbaru melalui objek ilmiah, foto kegiatan belajar melalui pendekatan tertentu, buku-buku yang baru terbit, buku-buku yang ditulis pengguna sendiri, dan lain-lain. Semua gambar yang di-upload diharapkan memiliki nilai edukasi yang tinggi. Dengan demikian, pengguna facebook yang lain memperoleh sebuah pembelajaran.

Selain menayangkan kabar terbaru disertai foto, facebook juga memberikan layanan kabar terbaru disertai video. Video ini juga harus memiliki nilai edukasi yang tinggi. Video ini dapat berupa hasil rekaman pendek sendiri atau dari sumber lain, misalnya youtube.com. Jutaan video dari youtube tentu harus difilter. Video-video yang bernilai edukasiharus dipilih. Video-video yang bernilai edukasi rendah harus dihindari.

Facebook juga menyediakan layanan undangan acara. Jika acara yang dimaksud adalah pelaksanaan kegiatan ilmiah, tentu situs jejaring sosial ini akan membawa banyak manfaat untuk pengguna. Undangan acara seminar, debat, diskusi, sarasehan, workshop, lokakarya, dan lain-lain dapat disampaikan melalui facebook tanpa harus repot-repot menyebar undangan cetak.

Kabar terbaru facebook juga memberikan layanan tautan ke situs tertentu. Tautan-tautan ini dapat dialamatkan pada situs-situs pendidikan, seperti situs departemen pendidikan, situs universitas, situs sekolah, hingga blog-blog milik personal. Hal-hal menarik dari situs-situs edukasi ini dapat dikomentari sekaligus memberikan informasi kepada pengguna lain.

Facebook juga menyediakan layanan pesan. Kegiatan konsultasi akademik pun dapat dilakukan melalui layanan ini. Layanan pesan ini terdiri atas pesan dinding yang dapat dibaca orang lain dan pesan dinding privat yang tidak dapat dibaca orang lain. Jika pesan-pesan yang disampaikan bernilai edukasi bagi orang lain, alangkah bijak pengiriman pesan dilakukan di dinding. Jika dianggap bermanfaat bagi orang lain, dapat dituliskan di pesan dinding. Jika kurang nyaman, konsultasi dapat dilakukan di pesan dinding secara privat.

Selain melalui pesan, konsultasi belajar dapat dilakukan melalui obrolan (chatting) jika kedua pengguna online. Umumnya, obrolan yang terjadi terkait perasaan, bertanya kabar, dan lain-lain. Pengguna juga dapat memaksimalkan layanan obrolan ini untuk konsultasi akademik. Melalui layanan ini, konsultasi belajar dapat berlangsung aktif. Pertanyaan dapat langsung dijawab tanpa harus menunggu lama.Konsultasi ini dapat memangkas jarak yang terkadang menjadi kendala dalam berkonsultasi.

Facebook juga menyediakan layanan catatan. Berbagai informasi bernilai akademis dapat ditulis dalam layanan catatan ini. Catatan pemikiran, tulisan populer, esai ringkas, dan lain-lain dapat dibagikan kepada pengguna lain. Jika menarik, sangat dimungkinkan memperoleh komentar-komentar yang berupa tanggapan, kesan, saran, kritik, dan lain-lain dari pengguna lain.

Untuk memperluas jaringan, pengguna dapat menambahkan teman dari jutaan anggota facebook. Ratusan, bahkan ribuan teman dapat dikelompokkan berdasar asal, sekolah, universitas, hingga profesi. Misalnya kelompok guru, kepala sekolah, sekolah X, universitas Y, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), dan lain-lain.

Jika membutuhkan layanan pesan pendek/SMS, pengguna dapat memodifikasi layanan dasar facebook dengan menambahkan fasilitas pesan pendek gratis. Pesan pendek ini pun dapat digunakan untuk urusan akademis.

Pengguna dapat mengatur privasi dalam akunnya. Akun pengguna lain yang kurang bernilai akademis dapat diblokir atau bahkan dihapus. Hal ini sangat berguna bagi pengguna untuk melakukan filterisasi. Akun pengguna yang tidak memiliki informasi identitas yang jelas dapat dihapus, apalagi akun-akun yang menawarkan wanita-wanita jalang.

Sekali lagi, facebook adalah media. Pengguna harus dapat memanfaatkan media ini untuk menambah nilai akademisnya, bukan sebaliknya. Pertanyaannya, apakah personal-personal akademis, khususnya siswa/mahasiswa dan guru/dosen mau menjadikan facebook sebagai media pendidikan? Mari kita amati kata berkata dan gambar berujar dalam facebook.

 

Malang, 21 Februari 2010

Categories: Ide Edukasi Tags: ,