Archive

Posts Tagged ‘apresiasi’

Apresiasi Puisi

December 27th, 2011 No comments

Berbagai macam definisi apresiasi banyak disampaikan ahli. Perhatikan enam definisi berikut ini.

  1. Apreasiasi adalah kesadaran terhadap nilai seni dari budaya. Mengapresiasi merupakan kegiatan mengamati, menilai, dan menghargai (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
  2. Secara etimologis, apresiasi berasal dari bahasa Inggris “appreciation” yang berarti penghargaan, penilaian, pengertian, bentuk itu berasal dari kata kedua “to appreciate” yang berarti menghargai, menilai, mengerti (Aminuddin, 1987) .
  3. Secara makna leksikal, apresiasi (appreciation) mengacu pada pengertian pemahaman dan pengenalan yang tepat, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian (Hornby dalam Sayuti, 1985:2002).
  4. Apresiasi merupakan kegiatan mengakrabi karya sastra secara bersungguh-sungguh. Sehubungan dengan itu, apresiasi memerlukan kesungguhan penikmat sastra dalam mengenali, menghargai, dan menghayati, sehingga ditemukan penjiwaan yang benar-benar dalam (Elliyati, 2004)
  5. Apresiasi adalah menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra (Effendi, 1973)
  6. Apresiasi mengandung makna pengenalan melalui perasaaan atau kepekaaan batin, dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan pengarang (Aminuddin, 1987).

 

Jadi, apresiasi adalah kegiatan mengamati, menilai, dan menghargai dengan bersungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kriitis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan pengarang.

Kegiatan membaca puisi merupakan upaya apresiasi puisi. Secara tidak langsung, bahwa dalam membaca puisi, pembaca akan berusaha mengenali, memahami, menggairahi, memberi pengertian, memberi penghargaan, membuat berpikir kritis, dan memiliki kepekaan rasa. Semua aspek dalam karya sastra dipahami, dihargai bagaimana persajakannya, irama, citra, diksi, gaya bahasa, dan apa saja yang dikemukakan oleh media. Pembaca akan berusaha untuk menerjemahkan bait perbait untuk merangkai makna dari makna puisi yang hendak disampaikan pengarang. Pembaca memberi apresiasi, tafsiran, interpretasi terhadap teks yang dibacanya Setelah diperoleh pemahaman yang dipandang cukup, pembaca dapat membaca puisi.

Berdasarkan penjelasan Aminuddin (1987) sebelumnya bahwa dalam proses apresiasi terdiri dari tiga unsur yang penting, yakni (1) aspek kognitif, (2) aspek emotif, dan (3) aspek evaluasi. Aspek kognitif berkaitan dengan keterlibatan pembaca dalam memahami unsur-unsur kesusastraan yang berobjektif. Unsur kesusastraan yang berobjektif berhubungan dengan unsur yang terkandung daiam teks sastra atau unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik sastra bersifat objektif, misalnya tulisan, aspek bahasa, dan struktur wacana, sedangkan unsur ekstrinsik berupa biografi pengarang, latar belakang penciptaan, maupun latar sosial budaya yang mereaksi, sikap kritis terhadap karya sastra semakin merionjol karma is mampu menafsirkan dengan seksama dan mampu menyatakan keindahan karya sastra dan menunjukkan dimana letak keindahan itu. Pada tingkat produktif apresiator puisi mampu menghasilkan (menulis), mengkritik, mendeklamasikan, atau membuat resensi terhadap sebuah puisi secara tertulis.

Dengan apresiasi sastra yang intensif, usaha mendapatkan makna yang sangat penting dalam sastra memang harus ditempuh seorang pembaca. Untuk itu, perilaku mengapresiasi sastra dapat terjadi secara reseptif dan produktif. Apresiasi sastra, secara reseptif terjadi ketika penikmat sastra, intensif dalam membaca, mendengarkan, dan menyaksikan suatu pementasan sastra. Dalam apresiasi terscbut, karya sastra yang dijadikan sebagai sasaran apresiasi reseptif dalam bentuk cerpen, puisi, dan drama. Sementara apresiasi sastra secara produktif dapat terjadi ketika penikmat sastra intensif dalani proses kreatif dan penciptaan sastra. Sejalan dengan aktifitas apresiasi produktif, seorang penikmat sastra dapat menghasilkan karya sastra dalam berbagai bentuk sesuai dengan selera yang dimilikinya.

Untuk melakukan apresiasi khususnya apresiasi puisi, pemahaman mendalam tentang apresiasi puisi memang perlu dilakukan agar tidak salah dalam melakukan apresiasi puisi, konsep apresiasi perlu dipahami dengan cermat.

Penting juga dipahami bahwa kata “membacakan” mengandung makna benefaktif, yaitu melakukan sesuatu pekerjaan untuk orang lain, maka penyampaian bentuk yang mencerminkan isi harus dilakukan dengan total agar apresiasi pembaca terhadap makna dalam puisi dapat tersampaikan dengan baik kepada pendengar. Makna yang telah didapatkan dari hasil apresiasi diungkapkan kembali melalui kegiatan membaca puisi. Dapat pula dikatakan sebagai suatu kegiatan transformasi dari apresiasi pembaca dengan karakter pembacaannya, termasuk ekspresi terhadap penonton.

Daftar Rujukan

Aminuddin. 1987. Apresiasi Karya Sastra. Bandung: CV Sinar Baru bekerjasama dengan Yayasan Asah Asih Asuh.

Djojosuroto, K. 2004. Puisi, Pendekatan dan Pembelajaran. Bandung: Nuansa

Effendi, S. 1973. Bimbingan Apresiasi Puisi. Flores: Penerbit Nusa Indah.

Pusat Bahasa. 2009. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Kemdiknas.

Sayuti, S.A. 1985. Puisi dan Pengajarannya (sebuah pengantar). Semarang: IKIP Semarang Press.

 

 


Categories: Puisi Tags: ,