Konsultasi Menulis

September 8th, 2012 Leave a comment Go to comments

Tuliskan pertanyaan Anda tentang menulis!

  1. December 25th, 2011 at 21:50 | #1

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    pak ini ada sedikit permasalahan saya dalam menulis artikel

    1. Apakah dalam menulis artikel ada batasan kata?
    2. Bagaimanakah cara membuat orang khususnya anak-anak gemar membaca artikel karena kebanyakan orang kurang tertarik membaca artikel pak?
    3. Bagaimana kiat agar saya bisa menulis artikel seperti bapak?

    Terimakasih pak sekian dari saya.
    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Moh. Fajri
    115110701111005
    Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

    • December 26th, 2011 at 09:57 | #2

      wslm
      1. jika yang dimaksud artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal, jumlah halaman harus dibatasi.
      2. bergantung artikel yang dimaksud. jika artikel ilmiah, banyak dibaca masyarakat akademis. jika artikel populer, masyarakat umum pun banyak yang membaca. umumnya, minat baca masyarakat di Indonesia masih rendah dibanding negara maju.
      3. cari ide yang menarik, susun ide (kerangka karangan), kembangkan, sunting, publikasikan.

  2. December 25th, 2011 at 21:50 | #3

    1. Bagaimanakah bila dalam penulisan artikel tidak menggunakan bahasa baku? Apakah artikel itu bisa dikatakan menarik?
    2. Bagaimanakah menjadikan artikel yang koherensi antar paragraf? Apakah yang harus diperhatikan?
    3. Apakah yang harus diperhatikan dalam penulisan artikel agar dapat fokus dalam satu tema?

    Inna Briliantika
    115110700111013

  3. December 25th, 2011 at 22:03 | #4

    1. Tema yang seperti apa yang sesuai untuk penulis artikel yang masih baru, apakah boleh mengangkat tema yang kontroversi?
    2. Bagaimana cara menuliskan kutipan yang berasal dari koran kedalam artikel kita?
    3. Bila dalam artikel hanya mengutip dari berbagai sumber tanpa ada tambahan pemikiran dari penulis, apakah termasuk artikel yang baik?
    4. Apa manfaat menulis artikel dalam realita kehidupan penulis?

    Rendy Primadana
    115110700111005

  4. Erfanda Hadi Prasetyo 115110700111002
    December 26th, 2011 at 09:17 | #5

    Bagaimana jika dalam sebuah artikel, antara ide pokok, ide penjelas, dan kutipannya banyak kalimat yang sumbang atau tidak padu?

    • December 26th, 2011 at 09:27 | #6

      tulisan tersebut termasuk artikel kurang baik, menyulitkan pembaca untuk memahami isi tulisan, dan bisa jadi pesan yang dimaksudkan penulis tidak dapat dipahami pembaca.

  5. Yeni Fajar Anggreini 115110701111002
    December 26th, 2011 at 09:18 | #7

    Bagaimana jika dalam sebuah artikel, isinya hanya kutipan saja tanpa ada ide dari penulis?
    apakah hal yang demikian masih disebut sebagai artikel?

    • December 26th, 2011 at 09:30 | #8

      kalau yang dimaksud artikel ilmiah, sah-sah saja. namun, artikel tersebut dapat dikatakan bukan ditulis oleh seorang penulis, melainkan seorang penyusun (menyusun pendapat dengan mengutip dari berbagai referensi).

  6. December 26th, 2011 at 09:19 | #9

    1. Bagaimana penulisan daftar rujukan dengan referensi dari internet jika tidak di cantumkan penulisnya tapi karya tersebut dibawah naungan suatu yayasan. Misalnya dalam Blog milik Djarum Foundation. apa nama penulisnya di tulis nama yayasannya?
    2. Bagaimana menulis daftar rujukan jika nama belakang pengarang buku tersebut adalah nama marga. Misalnya Sapto “Hutapea” ?
    3. bagaimana jika dalam sebuah Kutipan Sebagian Kalimat Dihilangkan, di dalamnya terdapat kutipan dengan tanda petik dua?
    Misalnya dalam tulisan:
    “program benefit bertujuan untuk memperkecil turnover, meningkatkan modal kerja, dan meningkatkan keamanan. … . sedangkan program pelayanan adalah “laporan tahunan untuk pegawai”. Sehingga program benefit sangat berbeda dengan program yang lainnya.”
    Tetap harus sama dengan tulisan asli atau harus diubah, padahal format penulisan jika ada tanda petik didalam tanda petik maka tanda petik yang didalamnya menjadi tanda petik satu(“… ‘…’ …”).

  7. Ika Mazkia Izzati
    December 26th, 2011 at 10:40 | #10

    1. Apakah diperbolehkan dalam satu artikel mencantumkan daftar rujukan( nama belakang, tahun terbit, dan halaman) lebih dari lima penulis yang berbeda?
    2. Di dalam kalimat/artikel, apakah simbol % bisa ditulis dengan tetap menggunakan simbol %, atau sebaiknya ditulis menjadi “persen”?
    3. Wicaksono (2011) mengatakan bahwa “pendidikan merupakan faktor utama yang sangat penting yang menentukan kemajuan sutu bangsaa”.
    Apakah kutipan diatas salah pak? terus
    “mengatakan bahwa” itu bisa dikatakan salah jika digunakan dalam kutipan yang seperti apa pak?
    4. Bagaiman penulisan yang benar dalam mencantumkan daftar rujukan jika kita menulis kutipan dari Al Qur’an?
    5. “…harus mengeluarkan uang sangat sangat besar”.
    Dari kalimat diatas apakah kata “sangat sangat” itu dapat dikatakan sebagai pemborosan kata, dan sebagai kesalahan penulisan kata ulang, karena tidak disertai tanda hubung?
    6. Dalam mencari kutipan yang akan dicantumkan dari sebuah artikel aslinya, hal apa saja yang harus di perhatikan pak?

    Demikian pertanyaan saya mohon penjelasanya pak. Terimakasih banyak sebelumnya.

  8. Indah Yuliani
    December 26th, 2011 at 11:10 | #11

    1. Bagaimana cara penulisan kutipan dari wawancara? apakah sama dengan cara penulisan kutipan dari buku?
    2. pak kalau kutipannya dari al-qur’an bagaimana penulisannya?
    3. bagaimana kalau menulis kutipan panjang dengan sebagian kaimtat yang dihilangan bagian depannya? (elipsisnya diletakkan didepan kutipan)
    4. kenapa kalau menulis kutipan harus menggunakan spasi dua? padahal saya sering membaca buku yang di dalamnya ada kutipannya tapi tidak menggunakan spasi dua?`

  9. December 26th, 2011 at 11:10 | #12

    1.Bagaimana penulisan gelar akademik yang benar?
    misalkan saya bernama Devi mempunyai gelar:
    1. Ir (Insinyur)
    2. SE (Sarjana Ekonomi)
    3. AMd (Ahli Madya)
    4. ST (Sarjana Teknik)
    5. MT (Master Teknik)
    6. Dr (Doktor)
    7. Prof (Profesor)
    Bila gelar-gelar tersebut diperoleh dengan urutan seperti diatas (pertama Ir dan terakhir Prof), bagaimana penulisan dan urutan penulisan yang benar?

    2. Bagaimana penulisan mancanegara digabung apa tidak?
    3. Apakah perbedaan daftar rujukan dan daftar pustaka?
    4. Apakah penulisan angkatan “90 itu benar?

  10. December 26th, 2011 at 11:27 | #13

    Pak, apakah menulis artikel dengan tema yang sedang “booming” masuk ke dalam kiat kiat supaya artikel kita diminati oleh pembaca?
    Terimakasih bapak didin:)

    • December 26th, 2011 at 15:04 | #14

      ya, terkadang masa “booming” dibatasi oleh waktu. penulis harus cermat apakah tema tersebut sedang “booming” atau malah sudah melewati masa tersebut.

Comment pages
CAPTCHA Image
*