Konsultasi Menulis

September 8th, 2012 Leave a comment Go to comments

Tuliskan pertanyaan Anda tentang menulis!

  1. Nur Rokhma Febriani H
    December 23rd, 2011 at 11:09 | #1

    1. Apakah penulisan judul dalam setiap tulisan harus di bold?
    2. Apakah kata “malah”, “pun” dalam sebuah artikel itu baku+ efektif?
    3. “saya mendapati adanya dua siswa … .” kata ” mendapati” itu efektif apa tidak pak?
    4. “kelas 6″, angka 6 itu ditulis dengan huruf apa dengan angka? kata bapak kemarin kalau lebih dari sepuluh maka ditulis dengan angka, dan sebaliknya dengan huruf. apakah kalau menjelaskan tingkatan memang bakunya ditulis dengan angka, gitu ya pak?
    5. pak, kalau dalam penulisan daftar rujukan apabila penulisnya itu lebih dari 5, apa harus ditulis semua? atau boleh pak memakai dkk? kalau menurut guru SMA saya, itu menggunakan dkk.
    6. pak, perbedaan akronim sama singkatan itu apa?
    7. pak, kalau persen itu bakunya ditulis dengan menggunakan huruf apa dengan %?
    8. kalau dalam satu kalimat terdapat banyak tanda koma, seperti pada kalimat berikut.
    “kepala sekolah, wali kelas, dan oknum guru F di SDN Gadel 2, Tandes, Surabaya, terancam … .” apakah itu efektif pak?
    terima kasih p. didin.

    • December 24th, 2011 at 18:07 | #2

      1. ya, dicetak tebal (lihat EYD revisi 2009)
      2. ya, baku, efektif
      3. perhatikan contoh dalam KBI –> men·da·pati v 1 memperoleh; menemukan: di toko itu engkau tidak akan ~ apa yg hendak kaubeli; 2 menemui; menjumpai: di negeri ini kita ~ banyak objek pariwisata; 3 mengalami: mereka tidak ~ kesulitan yg berarti dl pendakian gunung itu; 4 mengetahui (kenyataan adanya bukti, kesalahan, dsb): setelah memeriksa dng teliti, polisi ~ racun dl makanan korban; 5 melihat: tadi malam Ayah ~ jendela samping terbuka
      4. tidak berlaku untuk angka yang bermakna hierarki, peringkat, hanya berlaku untuk jumlah
      5. ya, ditulis semua untuk menghargai para penulis (aturan baru). sementara, jika ditulis nama koordinator penulis, muncul kesan bahwa penulis lain diabaikan, tidak dihargai pikiran/ide-idenya
      6. contoh singkatan: STNK, BPK, KPK (KBI –> sing·kat·an n 1 hasil menyingkat [memendekkan], berupa huruf atau gabungan huruf [msl DPR, KKN, yth., dsb., dan hlm]; 2 kependekan; ringkasan, contoh akronim tatib (tata tertib), tilang (bukti pelanggaran) (KBI –>ak·ro·nim n Ling kependekan yg berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yg ditulis dan dilafalkan sbg kata yg wajar [msl mayjen mayor jenderal, rudal peluru kendali, dan sidak inspeksi mendadak]
      7. persen yang mana? (per·sen [a] hadiah; pemberian; uang sirih; uang rokok; atau [b] persentase [%]). jika makna (a), ditulis persen dan jika makna (b), ditulis %.
      8. ya, efektif selama tanda baca koma (,) digunakan sesuai fungsinya (lihat EYD revisi 2009).

  2. December 23rd, 2011 at 19:33 | #3

    1. Pak, apakah kata “Indonesia” di tengah kalimat harus ditulis dengan huruf kapital di awal, misal …. Indonesia …. ? atau yang benar …… indonesia ……
    2. Kata “Menjustifikasi” apakah kata yang baku pak?
    3. yang benar itu 35-40 persen apa 35 – 40 % pak?
    4. kata tanggung jawab itu yang benar di gabung apa dipisah pak?
    5. Kalau isi artikel menggunakan font 12, lalu font untuk judul sendiri fontnya brp pak?

    terimakasih Pak Didin

    Raditya Ranabumi
    115110700111002
    Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

    • December 24th, 2011 at 17:56 | #4

      1. bergantung konteks pemakaian, misal (a) Dia mahir berbahasa indonesia. (b) Dia memperoleh nilai 9 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.
      2. ya, baku. ada di Kamus Bahasa Indonesia (KBI)
      3. 35–40%
      4. bergantung konteks pemakaian, misal bertanggung jawab, mempertanggungjawabkan, tanggung jawabkan
      5. judul di sampul berukuran 14, selain sampul 12

  3. ALFAN KHOIRON
    December 24th, 2011 at 11:24 | #5

    1. Mengapa dalam menulis artikel ada kata-kata yang harus dihindari?
    2. Pak Didin, apa perbedaan antara kata adalah, yaitu, dan ialah?
    3. Apa sajakah yang harus diperhatikan dalam menulis artikel?

    • December 24th, 2011 at 17:49 | #6

      1. karena ragam penulisan ilmiah berbeda dengan populer, misal cara (populer), metode (ilmiah).
      2. perhatikan rumusan KBI (a) ada·lah v 1 identik dng: Pancasila — falsafah bangsa Indonesia; 2 sama maknanya dng: Desember — bulan kedua belas; 3 termasuk dl kelompok atau golongan: saya — pengagum Ki Hajar Dewantara, (b) ia·lah p penghubung di antara dua penggal kalimat yg menegaskan perincian atau penjelasan atas penggal yg pertama itu: yg perlu dikerjakan sekarang — membawa korban ke rumah sakit, dan (c) ya·i·tu p kata penghubung yg digunakan untuk memerinci keterangan kalimat; yakni
      3. ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu (a) bentuk (format dan sistematika tulisan), (b) isi (materi tulisan), dan (c) teknis penulisan (terkait kaidah menulis BI)

  4. December 24th, 2011 at 18:45 | #7

    Rizal Ariffin
    115110700111016

    Perkuliahan –> Keterangan Menulis

    Tugas membuat pertanyaan mengenai Problematika Menulis Artikel.

    1. Bagaimana membedakan penulisan akhiran -pun yang benar antara di gandeng maupun di pisah?
    2. Apa saja hal yang perlu diperhatikan ketika akan menulis artikel yang baik?
    3. Apakah bisa artikel ini ditulis menggunakan piramida terbalik seperti menulis artikel di koran! jelaskan?
    4. Bagaimana cara meneliti yang baik agar pada saat menulis artikel hasilnya memuaskan?
    5. Aspek apa saja yang perlu diperhatikan agar artikel kita tidak melebar?
    6. Apakah fungsi menulis artikel bagi orang lain?
    7. Bagaimana Mata Kuliah Menulis memperhatikan fenomena yang terjadi sekarang ini, telah begitu banyak penulisan artikel yang menggunakan bahasa Alay. Apakah boleh?
    8. Kata sang- ini berlaku dalam penulisan apa?
    9. Penulisan ALLAH SWT yang benar bagaimana! Lalu apabila kata SWT dihilangkan bagaimana?
    10. Menurut bapak sendiri, sejauh mana kebenaran penggunaan EYD dan kata baku di dalam penulisan artikel selama ini?

    Terimakasih bapak…

    • December 25th, 2011 at 09:10 | #8

      1. partikel pun yang bermakna juga/saja ditulis terpisah, misal “Dia pun belum makan.” atau “Apa pun kondisinya, Nila bertekad mengumpulkan data penelitian di daerah rawan konflik itu.” berbeda
      2. ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu (a) bentuk (format dan sistematika tulisan) (sesuai gaya selingkung yang berlaku), (b) isi (materi tulisan), dan (c) teknis penulisan (terkait kaidah menulis BI)
      3. ragam artikel berbeda dengan ragam koran. informasi artikel yang dipaparkan runtut dan sistematis dari latar belakang hingga kesimpulan, sementara informasi berita memuat 5w+1h.
      4. meneliti atau menyunting? (1) persoalan meneliti berbeda dengan persoalan menulis. kegiatan meneliti dilakukan berdasarkan metode. kegiatan menulis dilakukan berdasarkan kerangka karangan. (2) menyunting teknis dapat dilakukan berdasarkan penggunaan paragraf, kalimat, diksi, kata baku, dan ejaan.

      5. Fokus! buat kerangka, lalu kembangkan berdasarkan kerangka tersebut.
      6. artikel memberikan informasi pada orang lain, baik secara ilmiah maupun populer.
      7. bergantung jenis artikel yang ditulis, apakah ilmiah atau populer.
      8. Perhatikan contoh berikut” (a) Ibu itu membelikan sang suami sebuah laptop. (b) Siti mematuhi nasihat sang kakak. (c) Harimau itu marah sekali kepada Sang Kancil. sang dipakai di depan nama orang, binatang, atau benda yg dianggap hidup atau dimuliakan (– Arjuna, — Kancil; — Dwiwarna; — nasib) dan juga dipakai di depan nama benda untuk berolok-olok: — suami;
      9. Allah, dari segi penulisan boleh diberikan gelaratau tidak sebagaimana penulisan Nabi Muhammad. Dari segi akhlak, harus diberikan gelar.
      10. umumnya lemah di teknik penulisan sejak diberlakukannya aturan bahwa proses KBM di sekolah difokuskan pada peningkatan keterampilan berbahasa

  5. Athiyyatun Ni’mah
    December 25th, 2011 at 11:14 | #9

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Pak, saya bingung dalam membuat pertanyaan karena semua yang ingin saya tanyakan sudah ditanyakan teman-teman diatas. Akan tetapi, saya akan mencoba.

    1. Pak didin kemaren menerangkan bahwa kata “tetapi” tidak boleh diletakkan diawal kalimat, tetapi kalau kata tersebut ditambah dengan kata lain misal “akan tetapi”. Apakah itu sama saja?
    2. Apakah kata “namun” juga tidak boleh diletakkan diawal kalimat?
    3. Bagaimana cara menuangkan atau mengekspresikan pengalaman atau imajinasi ke dalam tulisan, sedangkan saya sulit utuk membuat kata-kata yang tepat dalam mengekspresikannya?
    4. Bagaimana cara mngetahui karya tulis yang berkualitas atau tidaknya pak?

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  6. Muhammad Amir Al Akbar
    December 25th, 2011 at 11:36 | #10

    Assalamualaikum pak Didin.
    1.pak dalam penulisan salam (islam) yang benar bagaimana? Apakah boleh di singkat? kalau boleh penulisannya bagaimana?
    2.pak cara menemukan ide penjelas dalam artikel/kutipan supaya mudah bagaimana triknya?
    3.pak cara membaca serta memahami puisi visual dan puisi rupa bagaimana?
    4.pak apakah cara penulisan surat izin yang dulu dan sekarang apakah ada perbedaan? sekalian ya pak minta contoh penulisannya?
    5.pak kalau dalam artikel yang mau dikutip ada kata yang tidak baku, bagaimana cara menyikapinya?

    • December 26th, 2011 at 09:37 | #11

      1. Assalamualaikum Wr. Wb.
      2. Cari ide utama! Ide utama dalam artikel ilmiah terletak di awal paragraf (bersifat deduktif). Berdasarkan ide utama tersebut, dapat diketahui ide penjelas.
      3. (insya ALLAH saya jawab di luar forum ini, semester depan dapat ditanyakan juga di matakuliah Apresiasi Puisi)
      4. penulisan surat-menyurat diatur dengan gaya selingkung (model penulisan yang berlaku di suatu instansi), termasuk surat izin
      5. jk kutipan langsung, dibiarkan saja, dikutip apa adanya. jk kutipan tidak langsung, dapat disunting dengan benar.

  7. ma’rifatul mufadhilah
    December 25th, 2011 at 11:56 | #12

    1. bagaimana cara membedakan kutipan tidak langsung dengan kutipan langsung kurang dari 40 kata apabila sudah dalam artikel?
    2. kata apa saja yang tidak boleh digunakan dalam awal kalimat dalam artikel?
    3. partikel (lah) dan (pun) yang harus di pisah dan yang tidak itu kapan saja?
    4.penulisan (di) sebagai kata depan dan awalan apabila di awal kalimat itu ditulis besar atau kecil?
    5. kata ganti kepemilikan seperti nenek(ku) itu penulisannya yang benar nenekku atau nenek ku?
    terima kasih.

    • December 26th, 2011 at 09:47 | #13

      1. kutipan tidak langsung ditandai dengan nama penulis, tahun, dan halaman (jika ada), sedangkan kutipan langsung kurang dari 40 kata ditandai dengan tanda kutip (“…”), nama penulis, tahun, dan halaman (jika ada)
      2. dalam ragam penulisan artikel ilmiah, konjungsi internal kalimat tidak dapat digunakan, misal sedangkan, dan, atau, tetapi, sehingga
      3. partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya, sedangkan partikel -pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya, misalnya (a) Apa pun permasalahannya, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana. (b) Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan. (c) Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. (d) Jika Ayah membaca di teras, Adik pun membaca di tempat itu. KECUALI pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya, misalnya
      adapun, bagaimanapun, maupun, sekalipun , walaupun
      4. format penulisan kalimat harus diawali dengan huruf kapital
      5. nenekku

  8. sirotul maulidiyah
    December 25th, 2011 at 12:09 | #14

    1.pak apakah dalam penulisan puisi, cerpen, dan novel harus tetap memperhatikan EYD dan kata baku?
    2.selama ini yang membuat saya bingung dalam menulis kata terima kasih itu digabung atau dipisah pak?
    3.bagaimana cara menentukan ide pokok dalam kutipan?
    4.jika dalam artikel terdapat bahasa asing itu baku apa tidak pak?

    • December 26th, 2011 at 09:53 | #15

      1. ragam penulisan artikel ilmiah dan prosa berbeda.
      2. terima kasih (dipisah)
      3. tentukan dulu ide utama, kutipan bertugas untuk memberikan penjelasan atas ide utama ATAU jika kutipan sebagai ide utama, berikan kalimat-kalimat yang bertugas untuk menjelaskan ide utama tersebut. ide utama memiliki cakupan lebih luas dibanding ide penjelas.
      4. cari padanannya di kateglo.com, jika tidak ada, tulis dengan bercetak miring.

  9. December 25th, 2011 at 21:17 | #16

    Assalamualaikum Warrahmatullahhi Wabarakatu.
    Pak, ini ada beberapa pertanyaan dari saya mengenai kesulitan dalam menulis (khususnya artikel).

    1. Apakah artikel (baik ilmiah maupun populer) harus selalu menggunakan ragam baku? Terkadang jika menggunakan ragam baku tulisan akan cenderung membosankan. Apa solusinya?
    2. Apakah dalam penulisan judul boleh menggunakan kata-kata “ekstrim”? Dengan tujuan untuk memantik emosi pembaca. Misal “Pemerintahan Busuk yang Semakin Amburadul”.
    3. Bagaimana cara agar artikel bisa bermanfaat bagi pembacanya? Tidak hanya sekedar “curhatan” dari penulisnya. Untuk yang satu ini saya sering mengalami pak. Saya sering menulis artikel (bisa dilihat di blog dan fb saya). Setelah jadi dan saya baca, rasanya kok artikel itu sekedar pelampiasan perasaan saya ya pak? Tidak lebih.

    Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk pertanyaan saya pak.
    Wassalamualaikum Warrahmatullahhi Wabarakatu.

    Muhammad Guntur Kurniawan
    115110701111009
    Diksasindo

    • December 26th, 2011 at 10:26 | #17

      1. ya, sangat bergantung pada kreativitas penulis dalam menyampaikan ide-idenya
      2. bergantung untuk tulisan apa? kalau penulisan berita, boleh-boleh saja.
      3. tulisan memiliki dua motif, yaitu untuk diri sendiri dan untuk orang lain. waktu yang disediakan pembaca jangan disia-siakan. oleh karena itu, berikan manfaat pada pembaca.

  10. December 25th, 2011 at 21:33 | #18

    1. Bagaimana Pak menentukan judul yang baik yang sesuai dengan tema yang direncanakan?
    2. Abstrak dalam penulisan artikel ilmiah apakah perlu dan penting pak? Lalu sebagai apa gunanya?
    3. Bagaimanah bila dalam penulisan artikel, penulis kurang bisa menjabarkan materi Pak?
    4. Bagaimanakah agar pembaca langsung bisa tertarik saat melihat judul artikel tersebut? Apakah ada hal yang perlu dipertimbangkan dalam penulisan judul?

    Terimakasih Pak Didin.

    • December 26th, 2011 at 10:02 | #19

      1. ada syarat yang harus dipenuhi dalam menulis judul: (a) mencerminkan isi, (b) ditulis dalam frasa/klausa, (c) ringkas, padat, (d) minimal lima kata, (e) menimbulkan ketertarikan bagi pembaca
      2. jika artikel ilmiah dalam jurnal, penting ditulis. gunanya agar pembaca dapat mengetahui isi artikel secara ringkas.
      3. penulis harus banyak mencari, membaca, dan mengolah informasi dari referensi lain untuk dikutip.
      4. ya, judul harus memenuhi syarat penulisan sebagaimana jawaban nomor 1.

Comment pages
1 2 3 4 146
CAPTCHA Image
*