Home > Puisiku > Terintang

Terintang

sore itu, 
di sebuah panggung 
mentari menggulung hari
aku membujur
di seluas ruang, di sepanjang waktu
sebuah hasrat terperanjat 
dari mata yang memanjat

sungguh penuh citra
dan kaya makna
tergesek lembek antardimensi 
insan bercinta

menerjang, menyeruak 
untuk menang, untuk detak

melirik masa, bersaksi nyata 
bersatu untuk memadu hati

waktu terus berjalan
ruang terus membentang 
terganjal
dan mencoba untuk keluar

berbisik dengan hati 
berkoar menuju sejati 
berusaha untuk abadi

tersentak sebuah rangsang 
terbentak sebuah bayang

terpuruk
dan sedang mencoba 
merujuk
kemenangan laga

restu terpinta, hati berdoa 
tuhan ... kami tak berdaya

Didin Widyartono, tinggal di kataberkata.com
Categories: Puisiku Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*