Archive

Archive for the ‘Semantik’ Category

Pedoman Penamaan Manusia Berdasarkan Nama dan Sifat Allah

January 25th, 2012 No comments

Penamaan objek telah dibahas pada artikel yang berjudul “Mengapa Disebut Ikan Mujair atau Burung Kenari?”. Namun, bagaimana dengan penamaan manusia yang mengacu pada nama dan sifat-sifat Allah SWT? Pantaskah manusia diberikan penamaan yang menyandang nama dan sifat Allah? Apakah tidak boleh memberikan nama berdasarkan nama dan sifat Allah?

Pemberian nama memang merupakan persoalan konvensi atau perjanjian antaranggota masyarakat bahasa (pengguna bahasa) (Aristoteles, 384-322 SM). Meskipun demikian, secara kontemporer dapat ditelusuri sebab-sebab yang melatarbelakangi pemberian nama sejumlah kata dalam leksikon bahasa Indonesia, bahkan Chaer (2009:44—52) menyatakan sembilan penamaan objek.

Pemberian nama manusia juga mengacu pada makna nama tersebut. Terkadang, manusia memberikan penamaan anaknya berdasarkan nama dan sifat-sifat Allah. Bolehkah?

Read more…

Categories: Semantik Tags: , , ,

Mengapa Disebut Ikan Mujair atau Burung Kenari?

January 13th, 2012 No comments

Tahukah Anda bahwa mengapa binatang dinamakan cecak, ikan mujair, dan burung kenari? Penamaan memang merupakan kesepakatan antar-orang sebagai pengguna bahasa. Sejak dulu, Aristoteles (384-322 SM) telah menyatakan bahwa pemberian nama merupakan persoalan konvensi atau perjanjian antaranggota masyarakat bahasa (pengguna bahasa). Meskipun demikian, secara kontemporer dapat ditelusuri sebab-sebab yang melatarbelakangi pemberian nama sejumlah kata dalam leksikon bahasa Indonesia. Chaer (2009:44—52) menyatakan sembilan penamaan objek berikut ini.

Read more…

Categories: Semantik Tags: ,

Bahasa Jual Diri Calon Legislatif

December 10th, 2011 No comments

Bahasa merupakan alat untuk mencapai kepentingan. Bahasa digunakan untuk memberikan pengaruh dalam rangka meraih tujuan kepentingan. Tujuan kepentingan ini adalah ambisi untuk saling menguasai dalam berbagai aspek kehidupan.

Bahasa merupakan alat yang efektif dalam “menjual diri”. Melalui bahasa caleg dapat memberikan pengaruh dengan berbagai upaya. Hal ini dilakukan untuk menguasai masyarakat agar mencontreng namanya dalam pemilu. Caleg-caleg menggunakan bahasa untuk saling tarik, saling sikut, dan saling dorong demi kepentingan agar dapat duduk di parlemen.

Read more…

Categories: Semantik Tags: ,