Archive

Archive for the ‘Pragmatik’ Category

Teori Relevansi

January 1st, 2012 No comments

Konteks implikatur diperoleh bukan diberikan tetapi diciptakan. Hal ini merupakan pernyataan utama teori relevansi. Cruse (2000) berkomentar bahwa konteks yang benar untuk menginterpretasikan ujaran tidak diberikan sebelumnya, melainkan pendengar memilih konteks dengan sendirinya.

Sperber dan Wilson (dalam Cummings, 1999) menyatakan bahwa penemuan kembali implikatur menggunakan inferensi nondemonstratif. Komponen relevansi sangat bergantung pada proses kognitif. Relevansi sangat penting sebagai upaya penuntut komunikasi. Peran pengetahuan kognisi diharapkan mampu untuk mengkonfirmasi hipotesis dalam percakapan.

Read more…

Categories: Pragmatik Tags:

Argumen dan Penalaran

January 1st, 2012 No comments

Pragmatik memang telah lama dianggap sebagai studi bahasa sangat dikuasai oleh kecenderungan untuk menjelaskan bahasa berdasarkan sistem formalnya, yaitu dengan menurunkan sistem yang terdapat dalam matematika dan logika, dan mengabaikan unsur pengguna bahasa (Yule, 1996). Subuki (2007) melihat pragmatik merupakan satu-satunya tataran yang turut memperhitungkan manusia sebagai pengguna bahasa. Salah satu bagian dalam penggunaan bahasa terdapat kegiatan argumentasi. Di bawah ini akan dijelaskan tentang kajian argumentasi dan kekeliruan penalarannya.

Read more…

Categories: Pragmatik Tags: ,

Habermas dan Pragmatik

January 1st, 2012 No comments

Jürgen Habermas  dilahirkan 18 Juni 1929. Sekolah/tradisi  fokus pada filsafat kontinental . Minat utama  Habermas adalah teori sosial, teori politik, epistemologi, dan pragmatik. Gagasan pentingnya adalah tentang komunikatif rasionalitas, wacana etika, demokrasi deliberatif, pragmatik universal , tindakan komunikatif, dan atmosphere public (wikipedia, 2009).

Read more…

Categories: Pragmatik Tags: ,

Inteligensia Artifisial

January 1st, 2012 No comments

Artificial Intelligence (AI) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh buatan (non-alami,buatan manusia) entitas. AI membentuk cabang yang sangat penting dari ilmu komputer, berhubungan dengan cerdas perilaku dalam mesin. Ketika sebuah sistem AI diwujudkan dalam kerja lingkungan dan berinteraksi dengan dan belajar dari itu, ia menjadi dikenal sebagai Intelligent Agent (IA) (wikipedia, 2009).

Read more…

Categories: Pragmatik Tags: ,

Pragmatik: Konsep di Luar Berbagai Disiplin Ilmu

January 1st, 2012 No comments

Kajian pragmatik multidispliner dapat dipastikan dengan tindakan penyelidikan disipliner melalui rangkaian-rangkaian gagasan. Pragmatik bukan lagi seperti konseptual dan definisional pada tahun-tahun pembentukannya. Persoalan konseptual dan definisional pragmatik sudah semakin berkembang. Pragmatik telah mengalami internalisasi ke dalam kecenderungan kognitif, kecenderungan kemasyarakatan, dan sebagainya (Marmaridou, 2001).  Disiplin filsafat, psikologi, inteligensi artifisial, dan patologi bahasa menambah khazanah terhadap fenomena pragmatik. Berbagai fenomena pragmatik dapat diuraikan misalnya pembahasan filsafat misalnya tentang struktur dan fungsi pikiran. Analisis tindak tutur bahasa juga telah diuraikan oleh ahli teori sosial yang terkenal, Jurgen Habermas. Berbagai titik temu atas penelitian ntopik-topik disiplin pragmatik dengan disiplin lain banyak dikaji oleh Cummings (1999).

Read more…

Patologi Bahasa

January 1st, 2012 No comments

 Apabila pragmatik tidak berfungsi dengan benar dapat menyebabkan gangguan bahasa pada anak dan orang dewasa. Gangguan-gangguan ini merupakan kendala besar karena dapat menghalangi komunikasi yang efektif. Kendala ini berupa proses-proses pragmatik yang mengalami gangguan atau pengetahuan pragmatik tidak diperoleh secara normal. Secara umum gangguan ini terjadi pada kondisi-kondisi medis, misalnya aphasia pad aorang dewasa yang mengalami stroke atau seperti gangguan semantik pragmatik pada anak-anak. Pada gangguan-gangguan tertentu pragmatik terpengaruh di sepanjang tingkatan-tingkatan struktural bahasa (fonologi, sintaksis, dan semantik).

Read more…

Categories: Pragmatik Tags: ,

Inferensi

January 1st, 2012 No comments

Inferensi merupakan intisari informasi baru yang bersifat implisit dan eksplisit dari informasi yang diberikan (Cummings, 1999). Proses inferensi terjadi ketika dalam proses yang dapat digunakan oleh lawan bicara untuk memperoleh implikatur-implikatur dari ujaran penutur yang dikombinasikan dengan ciri konteks pada dasarnya merupakan proses inferensi. Konteks implikatur diperoleh bukan diberikan tetapi diciptakan. Hal ini merupakan pernyataan utama teori relevansi. Cruse (2000) berkomentar bahwaa konteks yang benar untuk menginterpretasikan ujaran tidak diberikan sebelumnya, melainkan pendengar memilih konteks dengan sendirinya.

Read more…

Categories: Pragmatik Tags: ,

Teori Makna

January 1st, 2012 No comments

Morris (1938), Crystal (1980), serta Hartmann dan Stork (1972) (dalam Nadar, 2008) menjelaskan bahwa semantik, pragmatik, dan sintaksis merupakan cabang semiotika. Semiotika sendiri memiliki tiga cabang kajian, yaitu (1) sintaksis, mengkaji hubungan formal antartanda, (2) semantik, mengkaji hubungan tanda dengan objek yang diacu, (3) pragmatik, mengkaji hubungan tanda dengan pengguna bahasa.

Read more…

Categories: Pragmatik Tags:

Sifat Multidisipliner Pragmatik

December 29th, 2011 No comments

Fasold (1990) menjelaskan bahwa Charles Morris membagi semiotik ke dalam sintaksis, semantik, dan pragmatik, dan menambahkan motivasi H. Paul Grice untuk mengembangkan teori percakapannya. Apakah pragmatik dapat dipandang sebagai kajian makna tentang apa yang dikatakan penutur dalam konteks? Pada akhirnya struktur bahasa yang digunakan atau yang tidak digunakan orang akan menjadi semantik.

Read more…