Archive

Archive for the ‘Puisiku’ Category

Mari Sholat Maghrib

December 10th, 2011 No comments
Categories: Puisiku Tags:

Bau Badan

December 10th, 2011 No comments
Berjuta barel minyak wangi
Tetap menyengat hidung
Bau badan ini adalah sejati

Korban penipuan adalah saksi
Bergaul memegang cita
Sekawanan burung lari darinya
Si burung kondor berbau badan
Binatang, tumbuhan acuh tak acuh

Segelintir petuah bijak
Berkabut di awan alamnya
Radikal dan demokrasi mendobraknya

Keterasingan oleh kesejatian
Air, api, dan tanah tidak akan menyentuhnya
Angin pun ikut-ikutan terhasut
Meski jijik terhadapnya

Sayup-sayup suara terdengar
Buram hati burung rajawali
Kalau begini terus
Tak akan sampai di gunung matahari
Hilangkan bau badanmu
Didin Widyartono, tinggal di kataberkata.com
Categories: Puisiku Tags:

Terintang

December 10th, 2011 No comments
sore itu, 
di sebuah panggung 
mentari menggulung hari
aku membujur
di seluas ruang, di sepanjang waktu
sebuah hasrat terperanjat 
dari mata yang memanjat

sungguh penuh citra
dan kaya makna
tergesek lembek antardimensi 
insan bercinta

menerjang, menyeruak 
untuk menang, untuk detak

melirik masa, bersaksi nyata 
bersatu untuk memadu hati

waktu terus berjalan
ruang terus membentang 
terganjal
dan mencoba untuk keluar

berbisik dengan hati 
berkoar menuju sejati 
berusaha untuk abadi

tersentak sebuah rangsang 
terbentak sebuah bayang

terpuruk
dan sedang mencoba 
merujuk
kemenangan laga

restu terpinta, hati berdoa 
tuhan ... kami tak berdaya

Didin Widyartono, tinggal di kataberkata.com
Categories: Puisiku Tags:

Perang Berang

December 10th, 2011 No comments
ada paku baku menancap
kamar samar di relung hati
dipayungi awan angan-angan
sentak bentak merubah segalanya
saling menusuk menurut benak

asrama asmara runtuh sudah
kepala kelapa mendidih
menepi menyepi mendinginkan hawa
hati mati hati hidup lagi

tak ada kawan lawan apalagi lawan kawan
menggapai cita cinta tak terkubur abadi
sehidup semati bersama kisah kasih

terbang bebas dalam kosmos
lepas lemas tanggal sejenak
mencari bara bola yang hilang
selesaikan problema dilema
Didin Widyartono, tinggal di kataberkata.com
Categories: Puisiku Tags:

Berita Terkabar, Cerita Terdengar, Derita Tergetar

December 10th, 2011 No comments

berita terkabar

cerita terdengar

derita tergetar

aku mencadas

terserak keras

terhimpit kala

tercecar tanya

berita terkabar

cerita terdengar

derita tergetar

menyelilit

dalam asa-asa rasa

tuk merdeka

tuk merasa

tuk beraksara

berita terkabar

cerita terdengar

derita tergetar

tak berekspresi

tindak terbatasi

tutur tersembunyi

gelisah resah terkisah

terbelit, sakit, menjerit

sirna daya, musnah upaya

berita terkabar

cerita terdengar

derita tergetar

menelusuri garis

takdir ditulis

membuang hati

menusukkan duri

menuju sejati

mengembalikan diri

hanya kepadanya

ya kepadanya

nya

 

 

Didin Widyartono, tinggal di kataberkata.com

Categories: Puisiku Tags:

eReSA

December 10th, 2011 No comments
Sayup-sayup redup
Cinta berkalang kabut
Beraroma lelembut
Menjamah keghaiban absurd

Melucuti rasa
Terurai rasa lara
Tawa tangis ceria
Membekukan jiwa

Melaju menghisap makna
Memicu gelombang cahaya
Hingga membatu tertambat
Menerawang kegelapan
Didin Widyartono, tinggal di kataberkata.com
Categories: Puisiku Tags:

Seperti Vrouwengek

December 10th, 2011 No comments

Seperti vrouwengek

Bintang redup, surya memancar

Surya surut, rembulan bersinar

Mengalir seperti laju air

Hidupkan hidup

Seperti vrouwengek

Sunyi datang tak dapat bertahan

Mencari dalam galaksi rimba

Meski dapatkan Xantippe

Seperti vrouwengek

Aku bukan vrouwengek

Seperti vrouwengek

Memandang keindahan

Cipta rasa memiliki

Sahabat sekalipun

Dan tak puas begitu saja

Seperti vrouwengek

Ke mana pun harus ada

Seperti vrouwengek

Aku bukan vrouwengek

Categories: Puisiku Tags:

Kala

December 10th, 2011 No comments

wanitabukamar

barasayang

cintabirahitampaksapaha

enakalagilatubuh

rusaksimbolagusar

nikmatiduri

Didin Widyartono, tinggal di kataberkata.com

Categories: Puisiku Tags:

Metapuisi: Redefinisi

December 6th, 2011 No comments

Puisiku tak cukup hanya diwakili kata, garis, dan gambar karena tak mampu mengungkapkan ekspresi perasaan. Puisiku tak cukup diwakili oleh gerak nonverbal karena tak mampu mengungkapkan ekspresi perasaan.

Puisiku bebas mengekspresikan diri dengan media apa saja. Entah kata, garis, gambar, gerak nonverbal, bahkan simbol tak terdifinisikan. Puisi adalah ekspresi isi perasaan yang diungkapkan melalui bentuk apapun.

Ini melebihi sekadar persoalan signifie dan signifiant

Didin Widyartono, tinggal di kataberkata.com

Categories: Puisiku Tags: