Archive

Author Archive

Konsep Pengembangan Bahan Ajar

January 22nd, 2012 2 comments

Untuk memahami definisi pengembangan dapat menyimak uraian pendapat berikut. Seels & Richey (dalam Gatot, 2008) menyatakan bahwa pengembangan adalah proses menerjemahkan spesifikasi produk ke dalam bentuk fisik. Gatot (2008) menyatakan bahwa “pengembangan dapat dimaknai sebagai tindakan menyediakan sesuatu dari tidak tersedia menjadi tersedia atau melakukan perbaikan-perbaikan dari sesuatu yang tersedia menjadi lebih sesuai, lebih tepatguna dan lebih berdayaguna”.

Read more…

Hakikat Bahan Ajar

January 22nd, 2012 No comments

Pemahaman terhadap hakikat bahan ajar penting diperlukan sebelum melakukan kegiatan pengembangan.  Berikut ini disajikan (a) definisi bahan ajar, (b) fungsi bahan ajar, dan (c) komponen bahan ajar.

Read more…

Categories: Pembelajaran Tags: ,

Mengapa Disebut Ikan Mujair atau Burung Kenari?

January 13th, 2012 No comments

Tahukah Anda bahwa mengapa binatang dinamakan cecak, ikan mujair, dan burung kenari? Penamaan memang merupakan kesepakatan antar-orang sebagai pengguna bahasa. Sejak dulu, Aristoteles (384-322 SM) telah menyatakan bahwa pemberian nama merupakan persoalan konvensi atau perjanjian antaranggota masyarakat bahasa (pengguna bahasa). Meskipun demikian, secara kontemporer dapat ditelusuri sebab-sebab yang melatarbelakangi pemberian nama sejumlah kata dalam leksikon bahasa Indonesia. Chaer (2009:44—52) menyatakan sembilan penamaan objek berikut ini.

Read more…

Categories: Semantik Tags: ,

Hakikat Puisi

January 4th, 2012 No comments

Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Padanan kata puisi ini terdapat dalam bahasa Prancis disebut poesie, bahasa Belanda poezie (sajak), dan bahasa Inggris, yaitu poetry (erat dengan –poet dan –poem). Vincil C. Coulter  menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Gerik yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi. Menurut B.P. Situmorang, puisi juga berasal dari bahasa Latin poeta, artinya pembangun, pembentuk, pembuat.

Read more…

Categories: Puisi Tags: ,

Asas Menulis dan Ciri Tulisan yang Baik

January 1st, 2012 No comments

Pemenuhan terhadap asas-asas menulis menjadi kewajiban bagi penulis. Asas-asas ini diharapkan dapat menuntun penulis menghasilkan sebuah karya tulis yang mudah dipahami, enak dibaca, runtut, hingga pesan yang disampaikan dapat diterima pembaca. Pesan ini dapat digunakan sebagai tindakan meyakinkan, memberitahukan, hingga memengaruhi pembaca. Tujuan penulis dapat dicapai  dengan menyusun pikiran dan mengutarakannya dengan jelas melalui tulisan. Morsey (1972) menyebut kejelasan ini bergantung pada pikiran, organisasi, kata-kata, dan struktur kalimat.

Read more…

Proses Menulis

January 1st, 2012 No comments

Proses kegiatan menulis terdiri atas tahapan-tahapan yang sangat bergantung pada jenis tulisan. Secara umum, tahapan menulis terdiri atas (a) perencanaan, (b) pembuatan draf kasar, dan (c) penyuntingan. Secara khusus, tahapan menulis sangat bergantung pada apa yang ditulis. Tahapan menulis opini berbeda dengan menulis berita, biografi, dan sebagainya, misal tahapan menulis opini terdiri atas  (a) penggalian ide, (b) pendaftaran ide, (c) pengurutan ide, (d) penyusunan draf tulisan, (e) perbaikan tulisan, (f) pengkajian tulisan kembali, (g) pengulangan proses butir (e) dan (f) jika diperlukan, dan (h) publikasi tulisan, sedang tahapan menulis berita sangat bergantung pada komposisi unsur 5W+1H dan pengembangannya.

Berikut ini disajikan proses kegiatan menulis berdasarkan tahapan menulis opini dan artikel nonpenelitian melalui tahapan  (a) perencanaan, (b) pembuatan draf tulisan, (c) penyuntingan, dan (d) publikasi. Masing-masing subtahap dijelaskan dalam tahapan-tahapan berikut ini.

Read more…

Teori Relevansi

January 1st, 2012 No comments

Konteks implikatur diperoleh bukan diberikan tetapi diciptakan. Hal ini merupakan pernyataan utama teori relevansi. Cruse (2000) berkomentar bahwa konteks yang benar untuk menginterpretasikan ujaran tidak diberikan sebelumnya, melainkan pendengar memilih konteks dengan sendirinya.

Sperber dan Wilson (dalam Cummings, 1999) menyatakan bahwa penemuan kembali implikatur menggunakan inferensi nondemonstratif. Komponen relevansi sangat bergantung pada proses kognitif. Relevansi sangat penting sebagai upaya penuntut komunikasi. Peran pengetahuan kognisi diharapkan mampu untuk mengkonfirmasi hipotesis dalam percakapan.

Read more…

Categories: Pragmatik Tags:

Argumen dan Penalaran

January 1st, 2012 No comments

Pragmatik memang telah lama dianggap sebagai studi bahasa sangat dikuasai oleh kecenderungan untuk menjelaskan bahasa berdasarkan sistem formalnya, yaitu dengan menurunkan sistem yang terdapat dalam matematika dan logika, dan mengabaikan unsur pengguna bahasa (Yule, 1996). Subuki (2007) melihat pragmatik merupakan satu-satunya tataran yang turut memperhitungkan manusia sebagai pengguna bahasa. Salah satu bagian dalam penggunaan bahasa terdapat kegiatan argumentasi. Di bawah ini akan dijelaskan tentang kajian argumentasi dan kekeliruan penalarannya.

Read more…

Categories: Pragmatik Tags: ,

Habermas dan Pragmatik

January 1st, 2012 No comments

Jürgen Habermas  dilahirkan 18 Juni 1929. Sekolah/tradisi  fokus pada filsafat kontinental . Minat utama  Habermas adalah teori sosial, teori politik, epistemologi, dan pragmatik. Gagasan pentingnya adalah tentang komunikatif rasionalitas, wacana etika, demokrasi deliberatif, pragmatik universal , tindakan komunikatif, dan atmosphere public (wikipedia, 2009).

Read more…

Categories: Pragmatik Tags: ,

Inteligensia Artifisial

January 1st, 2012 No comments

Artificial Intelligence (AI) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh buatan (non-alami,buatan manusia) entitas. AI membentuk cabang yang sangat penting dari ilmu komputer, berhubungan dengan cerdas perilaku dalam mesin. Ketika sebuah sistem AI diwujudkan dalam kerja lingkungan dan berinteraksi dengan dan belajar dari itu, ia menjadi dikenal sebagai Intelligent Agent (IA) (wikipedia, 2009).

Read more…

Categories: Pragmatik Tags: ,

Pragmatik: Konsep di Luar Berbagai Disiplin Ilmu

January 1st, 2012 No comments

Kajian pragmatik multidispliner dapat dipastikan dengan tindakan penyelidikan disipliner melalui rangkaian-rangkaian gagasan. Pragmatik bukan lagi seperti konseptual dan definisional pada tahun-tahun pembentukannya. Persoalan konseptual dan definisional pragmatik sudah semakin berkembang. Pragmatik telah mengalami internalisasi ke dalam kecenderungan kognitif, kecenderungan kemasyarakatan, dan sebagainya (Marmaridou, 2001).  Disiplin filsafat, psikologi, inteligensi artifisial, dan patologi bahasa menambah khazanah terhadap fenomena pragmatik. Berbagai fenomena pragmatik dapat diuraikan misalnya pembahasan filsafat misalnya tentang struktur dan fungsi pikiran. Analisis tindak tutur bahasa juga telah diuraikan oleh ahli teori sosial yang terkenal, Jurgen Habermas. Berbagai titik temu atas penelitian ntopik-topik disiplin pragmatik dengan disiplin lain banyak dikaji oleh Cummings (1999).

Read more…

Patologi Bahasa

January 1st, 2012 No comments

 Apabila pragmatik tidak berfungsi dengan benar dapat menyebabkan gangguan bahasa pada anak dan orang dewasa. Gangguan-gangguan ini merupakan kendala besar karena dapat menghalangi komunikasi yang efektif. Kendala ini berupa proses-proses pragmatik yang mengalami gangguan atau pengetahuan pragmatik tidak diperoleh secara normal. Secara umum gangguan ini terjadi pada kondisi-kondisi medis, misalnya aphasia pad aorang dewasa yang mengalami stroke atau seperti gangguan semantik pragmatik pada anak-anak. Pada gangguan-gangguan tertentu pragmatik terpengaruh di sepanjang tingkatan-tingkatan struktural bahasa (fonologi, sintaksis, dan semantik).

Read more…

Categories: Pragmatik Tags: ,

Inferensi

January 1st, 2012 No comments

Inferensi merupakan intisari informasi baru yang bersifat implisit dan eksplisit dari informasi yang diberikan (Cummings, 1999). Proses inferensi terjadi ketika dalam proses yang dapat digunakan oleh lawan bicara untuk memperoleh implikatur-implikatur dari ujaran penutur yang dikombinasikan dengan ciri konteks pada dasarnya merupakan proses inferensi. Konteks implikatur diperoleh bukan diberikan tetapi diciptakan. Hal ini merupakan pernyataan utama teori relevansi. Cruse (2000) berkomentar bahwaa konteks yang benar untuk menginterpretasikan ujaran tidak diberikan sebelumnya, melainkan pendengar memilih konteks dengan sendirinya.

Read more…

Categories: Pragmatik Tags: ,